DANRAMIL 06/KEMBARAN IRUP UPACARA PERINGATAN KE-111 HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2019 TINGKAT KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Kembaran - Danramil 06/Kembaran Kodim 0701/Banyumas Kapten Inf Sugiono menjadi Inspektur Upacara Peringatan ke-111 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2019, bertempat di halaman kantor Kecamatan Kembaran Kab. Banyumas . Senin (20/05/2019)
Amanat Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Danramil 06/Kembaran Kapten Inf Sugiono bahwa dalam naskah Sumpah Palapa yang ditemukan pada kitab Pararaton tertulis : Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi Tan Ayun Amuktia Palapa, Sira Gajah Mada "Lamun Huwus Kalah Nusantara Isun Amukti Palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring haru, ring pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana Isun Amukti Palapa".
“ Memang ada banyak versi tafsiran atas teks tersebut, terutama tentang apa yang dimaksud dengan "Amukti Palapa" namun meski sampai saat ini masih belum diperoleh pengetahuan yang pasti, umumnya para ahli sepakat bahwa Amukti Palapa berarti sesuatu yang berkaitan dengan laku prihatin sang Mahapatih Gajah Mada. Artinya ia tak akan menghentikan mati raga atau puasnya sebelum mempersatukan nusantara,” lanjut Danramil.
Lebih lanjut dibacakan bahwa Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia. Wilayah Nusantara yang disatukan oleh Gajah Mada telah menjadi acuan bagi perjuangan berat para pahlawan Nasional kita untuk mengikat wilayah Indonesia seperti yang secara de jure terwujud dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini.
“ Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke 111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan Jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut kita berada dalam situasi pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi Sebagian besar masyarakat kita kita mengapresiasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, Namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa, oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita,” jelas Kapten Inf Sugiono.
Telah lebih satu abad kita menorehkan catatan penghormatan dan penghargaan atas kemajemukan bangsa yang ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo. Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, ditingkah bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan Sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.
“Bangsa ini adalah bangsa yang besar, yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad abad, kuncinya ada dalam dwilingga salin suwara berikut ini : gotong royong. Kita diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas. Namun bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu, "sila" tunggal, maka yang menjadi inti, Core of The Core, adalah gotong royong,” pungkas Danramil. (Koramil 06/Kembaran)
0 komentar: